Recent Comments
August 2016
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Categories

BAKTERI ANAEROB BERBENTUK BATANG BESAR DENGAN UKURAN 0.9 -1.7 MIKRON  X 3.5 – 4.7 MIKRON. KADANG MENYUSUN BERBENTUK RANTAI. SPORA BESAR 1.5 DAN 2.0 MIKRON. MEMPUNYAI KAPSUL, BERGERAK DENGAN TIAGEL PERITRIK, BERGRANULA DAN BERSIFAT GRAM POSITIF. DAPAT MENGUBAH SUSU LAKMUS. LEBIH TOLERAN TERHADAP GLUKOSA DENGAN KONSENTRASI YANG TINGGI DARI PADA CLOSTRIDIUM. PEMBENTUK ASAM BUTIRAT LAINNYA . SUHU OPTIMUM PERTUMBUHANNYA 25° C. DAPAT DIASINGKAN DARI TANAH DAN BUAH KALENGAN YANG BERSIFAT ASAM. MERUPAKAN BAKTERI PENAMBAH N2 YANG PERTAMA DITEMUKAN.

CLOSTRIDIUM PASTEURIANUM ADALAH BAKTERI ANAEROB YANG DAPAT MENGIKAT NITROGEN YANG BEBAS DI UDARA DAN DAPAT MENGUBAHNYA MENJADI SENYAWA YANG DAPAT DISERAP TUMBUHAN. PADA PROSES DENITRIFIKASI, ADALAH PROSES REDUKSI NITRAT UNTUK KEMBALI MENJADI GAS NITROGEN (N2). PROSES INI DILAKUKAN KONDISI ANAEROBIK. MENGGUNAKAN NITRAT SEBAGAI AKSEPTOR ELEKTRON DITEMPAT OKSIGEN SELAMA RESPIRASI. FAKULTATIF ANAEROB BAKTERI INI JUGA DAPAT HIDUP DALAM KONDISI AEROBIK.

PROSES DENIKTRIFIKASI LENGKAP DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI REDOKS.

2NO3- + 10e- + 12H+ → N2+ 6H2O

NO

NAMA

MEDIA

BAKTERI

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

YogurtMentega

Terasi

Asinan buah

Sosis

Kefir

Yakult

Natadecoco

Asam cuka

Asam butirat

Asam propionate

Sauerkraut

Acar

Buah zaitun hijau

Kecap

Tempe

Tape

Keju

Alcohol

Oncom

SusuSusu
Read the rest of this entry »

CLOSTRIDIUM BOTULINUM

CLOSTRIDIUM BOTULINUM MERUPAKAN BAKTERI BERBENTUK BATANG, ANAEROBIK, GRAM POSITIF, DAPAT MEMBENTUK SPORA DAN DAPAT MEMPRODUKSI RACUN SYARAF YANG KUAT. SPORANYA TAHAN PANAS DAN DAPAT BERTAHAN HIDUP DALAM MAKANAN. ADA 7 TIPE BOTULISME (A, B, C, D, E, F DAN G) YANG DIKENAL. BERDASARKAN CIRI KHAS ANTIGEN DARI RACUN OLEH SETIAP STRAIN. TIPE A, B, E DAN F DAPAT MENYEBABKAN BOTULISME PADA MANUSIA. PENEMU BAKTERI INI ADALAH ROBERT KOCH.

 

CLOSTRIDIUM PASTEURIANUM

BAKTERI ANAEROB BERBENTUK BATANG BESAR DENGAN UKURAN 0.9 -1.7 MIKRON  X 3.5 – 4.7 MIKRON. KADANG MENYUSUN BERBENTUK RANTAI. SPORA BESAR 1.5 DAN 2.0 MIKRON. MEMPUNYAI KAPSUL, BERGERAK DENGAN TIAGEL PERITRIK, BERGRANULA DAN BERSIFAT GRAM POSITIF. DAPAT MENGUBAH SUSU LAKMUS. LEBIH TOLERAN TERHADAP GLUKOSA DENGAN KONSENTRASI YANG TINGGI DARI PADA CLOSTRIDIUM. PEMBENTUK ASAM BUTIRAT LAINNYA . SUHU OPTIMUM PERTUMBUHANNYA 25° C. DAPAT DIASINGKAN DARI TANAH DAN BUAH KALENGAN YANG BERSIFAT ASAM. MERUPAKAN BAKTERI PENAMBAH N2 YANG PERTAMA DITEMUKAN.

CLOSTRIDIUM PASTEURIANUM ADALAH BAKTERI ANAEROB YANG DAPAT MENGIKAT NITROGEN YANG BEBAS DI UDARA DAN DAPAT MENGUBAHNYA MENJADI SENYAWA YANG DAPAT DISERAP TUMBUHAN. PADA PROSES DENITRIFIKASI, ADALAH PROSES REDUKSI NITRAT UNTUK KEMBALI MENJADI GAS NITROGEN (N2). PROSES INI DILAKUKAN KONDISI ANAEROBIK. MENGGUNAKAN NITRAT SEBAGAI AKSEPTOR ELEKTRON DITEMPAT OKSIGEN SELAMA RESPIRASI. FAKULTATIF ANAEROB BAKTERI INI JUGA DAPAT HIDUP DALAM KONDISI AEROBIK.

PROSES DENIKTRIFIKASI LENGKAP DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI REDOKS.

2NO3- + 10e- + 12H+ → N2+ 6H2O

Apa yang Dimaksud Crohn’s Disease/Penyakit Crohn?

Crohn’s disease atau kalau dalam bahasa Indonesia disebut Penyakit Crohn’s adalah sebuah penyakit di mana terjadi inflamasi (peradangan) pada saluran cerna sehingga mempengaruhi saluran cerna. Penyakit Crohn’s ini menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saluran pencernaan dan paling umum mempengaruhi ileum (bagian dari usus kecil), namun, pennyakit ini dapat pula terjadi pada seluruh saluran pencernaan dari mulut samapi ke anus.

Walaupun dikatakan dalam beberapa literatur bahwaCrohn’s Disease merupakan penyakit yang dapat diderita seumur hidup dan tidak jelas sebabnya, namun terdapat berbagai macam metode penanganan dan terapi yang efektif bagi kebanyakan orang dalam mengendalikan gejala yang mereka rasakan.

Gejala dan Penyebab Penyakit Crohn’s (Crohn’s Disease)
Terjadinya inflamasi (peradangan) dari saluran cerna karena Crohn’s disease mengakibatkan banyak gejala yang tidak mengenakan penderita, seperti rasa nyeri di daerah perut dan diare yang sering menyebabkan dehidrasi berat sehingga membahayakan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan malnutrisi yang dapat disebabkan malabsorbsi yang mana terjadi ketidakmampuan dalam menyerap nutrisi. Bahkan hal ini juga dapat menyebabkan kehilangan protein usus.

Seseorang dengan Crohn’s disease sering mengalami kehilangan nafsu makan dan kebiasaan makan yang tidak baik sehingga mereka kekurangan gizi.

Sementara itu penyebab pasti dari Crohn’s disease ini masih merupakan misteri yang belum terpecahkan di kalangan ilmuan dan peneliti khususnya di bidang kesehatan. Ada suatu hasil penelitian empiris yang mengatakan bahwa mungkin saja reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri yang salah menginterpretasikan atau merespon secara berlebihan terhadap apa yang dialami tubuhnya.

Respon sistem kekebalan tubuh ini menyebabkan peningkatan kadar sel-sel radang (dalam hal ini sel darah putih) di usus, sehingga terjadi proses peradangan yang bersifat kronik yang akhirnya mengakibatkan kerusakan dari mukosa usus dan ulserasi usus, akan tetapi, penelitian tersebut juga belum memastikan apakah reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh itulah yang menyebabkan crohn’s disease atau justru sebaliknya inflamasi tersebutlah yang disebabkan oleh penyakit crohn’s. Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa kondisi ini dapat disebabkan kelaina genetik atau herediter di mana banyak penderita yang mempunyai orang tua dengan keluhan serupa.

Penatalaksanaan Crohn Disease
Sampai saat ini belum ada terapi definitif dari penyakit crohn’s, lha orang penyebabnya aja belum diketahui pasti, hehe…Tapi pengobatan dapat dilakukan untuk meringankan gejala yang dialami pasien. Namun, tentunya sesuai dengan derajat keparahan dari penyakit itu sendiri. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat mengalami remisi jangka panjang dari penyakit ini setelah perawatan medis yang biasanya terdiri dari pengobatan medis dan operasi (jika diperlukan).

Leuconostoc adalah bakteri gram-positif, katalase negatif, dengan morfologi seperti kokus dan dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Kasus infeksi Leuconostoc pertama pada manusia ditemukan tahun 1985 dan sejak saat itu, bakteri ini sering dikaitkan pada berbagai infeksi yang menyerang pasien rumah sakit dengan kekebalan tubuh yang rentan ataupun pasien yang menggunakan antibiotika vankomisin. Salah satu spesies yang diketahui menyebabkan infeksi pada manusia adalahLeuconostoc mesenteroides subspesies mesenteroides. Leuconostoc umumnya berbentuk sferis, tersusun berpasangan atau berkelompok membentuk rantai, dan terkadang hanya berupa sel tunggal.
Beberapa spesies bakteri ini merupakan bakteri asam laktat yang baik untuk kesehatan dan sering digunakan dalam pengolahan pangan (fermentasi). Contoh produk pangan yang dibuat dengan bantuan Leuconostoc adalah krim asam, cottage cheese, danbuttermilk. Bakteri ini dapat memfermentasi laktosa dan glukosa melalui jalur heterofermentatif.
Manfaat
Walaupun telah digunakan di berbagai industri pengolahan produk susu, Leuconostoc tidak dapat hidup dengan baik di susu. Hal ini dikarenakan bakteri tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memecah protein (proteolitik) dalam susu, namun bakteri tersebut tetap dapat menghasilkan asam yang bermanfaat dalam proses fermentasi. Oleh karena itu, penggunaan Leuconostocumumnya dipadukan dengan bakteri lain yang memiliki kemampuan proteolitik yang baik, contohnya Lactococcus. PemanfaatanLeuconostoc dalam fermentasi susu dan mentega telah dilakukan di beberapa negara, contohnya adalah Maroko dan Polandia. Beberapa galur Leuconostoc yang ditemukan pada susu fermentasi tradisional Maroko adalah Leuconostoc lactis, Leu. mesenteroides subsp. cremoris, dan subsp. dextranicum. Selain itu, Leuconostoc juga dimanfaatkan dalam pembentukananggur (wine), terutama spesies Leu. oenos. Contoh makanan lain yang dibuat dengan fermentasi Leuconostoc, terutamaLeu. mesenteroides adalah sauerkraut, sosis, yogurt, kecap, dan acar

Karakteristik umum Bakteri ini merupakan bakteri Gram-positif, dan motil/bergerak dengan menggunakan flagella. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 1-10% manusia mungkin memiliki L. monocytogenes di dalam ususnya. Bakteri ini telah ditemukan pada setidaknya 37 spesies mamalia, baik hewan piaraan maupun hewan liar, serta pada setidaknya 17 spesies burung, dan mungkin pada beberapa spesies ikan dan kerang. Bakteri ini dapat diisolasi dari tanah, silage (pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi), dan sumber-sumber alami lainnya. Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap efek mematikan dari pembekuan, pengeringan, dan pemanasan. Sebagian besar L. monocytogenes bersifat patogen pada tingkat tertentu. Gejala-gejala penyakit Listeriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh L. monocytogenes . Secara klinis, suatu penyakit disebut listeriosis apabila L. monocytogenes diisolasi dari darah, cairan cerebrospinal (cairan otak dan sumsum tulang belakang), atau dari tempat lain yang seharusnya steril (misalnya plasenta, janin). Gejala listeriosis termasuk septicemia (infeksi pada aliran darah), meningitis (radang selaput otak) atau meningoencephalitis (radang pada otak dan selaputnya), encephalitis (radang otak), dan infeksi pada kandungan atau pada leher rahim pada wanita hamil, yang dapat berakibat keguguran spontan (trimester kedua/ketiga) atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Kondisi di atas biasanya diawali dengan gejala-gejala seperti influenza, antara lain demam berkepanjangan. Dilaporkan bahwa gejala-gejala pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, dan diare dapat merupakan bentuk awal dari listeriosis yang lebih parah, namun mungkin juga hanya gejala itu yang terjadi. Secara epidemiologi, gejala pada saluran pencernaan berkaitan dengan penggunaan antasida atau cimetidine (antasida dan cimetidine merupakan obat-obatan yang berfungsi menetralkan atau mengurangi produksi asam lambung). Waktu mulai timbulnya gejala listeriosis yang lebih parah tidak diketahui, tetapi mungkin berkisar dari beberapa hari sampai tiga minggu. Awal munculnya gejala pada saluran pencernaan tidak diketahui, tetapi mungkin lebih dari 12 hari. Dosis infektif L. monocytogenes tidak diketahui, tetapi diyakini bervariasi menurut strain dan kerentanan korban. Dari kasus yang disebabkan oleh susu mentah atau susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, diduga kurang dari 1000 organisme dapat menyebabkan penyakit pada orang-orang yang rentan. L. monocytogenes dapat menyerang epithelium (permukaan dinding) saluran pencernaan. Sekali bakteri ini memasuki sel darah putih (tipe monocyte , macrophage , atau polymorphonuclear ) dalam tubuh korbannya, bakteri ini masuk ke aliran darah (septicemia) dan dapat berkembang biak. Keberadaannya di dalam sel fagosit memungkinkannya memasuki otak, dan pada wanita hamil, mungkin masuk ke janin melalui plasenta. Sifat patogenik L. monocytogenes berpusat pada kemampuannya untuk bertahan dan berkembang biak di dalam sel fagosit korbannya. Diagnosis Kris Cahyo Mulyatno ITD UAListeriosis hanya dapat didiagnosis secara pasti dengan cara membiakkan organisme ini dari darah, cairan cerebrospinal (cairan otak dan sumsum tulang belakang), atau kotoran (walaupun untuk kotoran, sulit dilakukan dan terbatas kegunaannya) Makanan terkait L. monocytogenes dikaitkan dengan makanan seperti susu mentah, susu yang proses pasteurisasinya kurang benar, keju (terutama jenis keju yang dimatangkan secara lunak), es krim, sayuran mentah, sosis dari daging mentah yang difermentasi, daging unggas mentah dan yang sudah dimasak, semua jenis daging mentah, dan ikan mentah atau ikan asap. Kemampuannya untuk tumbuh pada temperatur rendah hingga 3°C memungkinkan bakteri ini berkembang biak dalam makanan yang disimpan di lemari pendingin. Pencegahan Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan, namun makanan yang dimasak, dipanaskan dan disimpan dengan benar umumnya aman dikonsumsi karena bakteri ini terbunuh pada temperatur 75°C. Resiko paling besar adalah kontaminasi silang, yakni apabila makanan yang sudah dimasak bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan (misalnya alas pemotong) yang terkontaminasi. Populasi rentan Populasi yang rentan pada listeriosis yaitu: • wanita hamil/janin – infeksi perinatal (sesaat sebelum dan sesudah kelahiran) dan neonatal (segera setelah kelahiran); • orang yang system kekebalannya lemah karena perawatan dengan corticosteroid (salah satu jenis hormon), obat-obat anti kanker, graft suppression therapy (perawatan setelah pencangkokan bagian tubuh, dengan obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh), AIDS; • pasien kanker – terutama pasien leukemia; • lebih jarang dilaporkan – pada pasien penderita diabetes, pengecilan hati ( cirrhotic ), asma, dan radang kronis pada usus besar ( ulcerative colitis ); • orang-orang tua; • orang normal—beberapa laporan menunjukkan bahwa orang normal yang sehat dapat menjadi rentan, walaupun penggunaan antasida atau cimetidine mungkin berpengaruh. Kasus listeriosis yang pernah terjadi di Swiss, yang melibatkan keju, menunjukkan bahwa orang sehat dapat terserang penyakit ini, terutama bila makanan terkontaminasi organisme ini dalam jumlah besar.

Lactobacillus rhamnosus adalah bakteri yang pada awalnya dianggap sebagai subspesies L. casei , tetapi penelitian genetik kemudian ditemukan untuk menjadi spesies tersendiri . Beberapa strain L. rhamnosus yang digunakan sebagai probiotik . Spesies ini kadang-kadang digunakan dalam yoghurt dan produk susu lainnya . Beberapa penelitian telah dilakukan di dalam efek vivo . Sementara sering dianggap sebagai organisme menguntungkan , L. rhamnosus telah ditemukan untuk menjadi patogen pada kondisi tertentu.

Lactobacillus rhamnosus GG ( ATCC 53103 ) baca selanjutnya

Lactobacillus reuteri merupakan bakteri Gram-positif yang secara alami menghuni usus mamalia dan burung. Pertama dijelaskan pada awal tahun 1980, beberapa strain L. reuteri digunakan sebagai probiotik. BioGaia AB di Swedia memiliki beberapa strain komersial penting dan sejumlah besar paten yang berbeda untuk penggunaan komersial L. reuteri.
Sejarah
Penemuan
Meskipun spesies Lactobacillus reuteri telah diakui untuk beberapa waktu , pengetahuan tentang sifat probiotik yang tidak datang sampai lama kemudian . baca selanjutnya

L. acidophilus bakteri sel epitel skuamosa dekat vagina
Lactobacillus acidophilus (bahasa Latin yang berarti asam-mencintai susu bakteri) adalah spesies dalam genus Lactobacillus. L. acidophilus adalah spesies bersifat homofermentatif, fermentasi gula menjadi asam laktat, dan tumbuh dengan mudah pada pH agak rendah (di bawah pH 5.0) dan memiliki suhu pertumbuhan optimum sekitar 37 ° C (99 ° F) L. acidophilus. terjadi secara alami dalam saluran pencernaan manusia dan hewan dan mulut.Beberapa strain L. acidophilus dapat dianggap memiliki karakteristik probiotik. strain ini secara komersial digunakan dalam banyak produk susu, kadang-kadang bersama dengan Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dalam produksi acidophilus-jenis yogurt. baca selanjutnya

Lactobacillus plantarum adalah anggota luas dari genus Lactobacillus, biasanya ditemukan dalam banyak produk makanan fermentasi serta materi tanaman anaerobik. Hal ini juga hadir dalam air liur (dari yang pertama kali diisolasi). Ia memiliki kemampuan untuk mencairkan gelatin. [1] L. plantarum memiliki salah satu genom terbesar yang dikenal di antara bakteri asam laktat dan merupakan spesies yang sangat fleksibel dan serbaguna baca selanjutnya

b1one news 4
Vertical Slideshow